Via Dolorosa
 
<<... sepenggal kisah lain di lorong Via Dolorosa, dimana Simon dari Kirene terpaksa harus membantu Yesus memanggul salib. Pada awalnya pertolongan Simon bukanlah karena rela, tapi karena dia dipaksa oleh serdadu Romawi. Tangan Simon memapah Yesus yang kepayahan, mereka berpelukan menahan beban. Sebenarnya mereka tidak saling mengenal, tapi penderitaan telah melekatkan pipi mereka, membuat mereka semakin erat dan bersatu. Kesengsaraan telah menjadikan mereka berdua sebagai saudara. Simon dan Yesus telah mengajarkan kepada kita, bahwa dengan penderitaanlah kita dapat saling berbagi cinta.

show karaoke video
 

Simon telah menolong Yesus dan Yesus adalah pihak yang membutuhkan pertolongan. Namun sesungguhnya tidak jelas benar siapa yang memberi dan siapa yang menerima. Kedua duanya sama sama menderita, kedua duanya mengharapkan pembebasan. Tidak ada yang menguntungkan atau diuntungkan. Tolong menolong dalam penderitaan itu saling menguatkan serta menghindari keterasingan. Dengan saling menolong, manusia akan menemukan cinta. Menolong berarti siap kehilangan,dan pada akhirnya memang semua manusia akan mengalami kehilangan tanpa batas. Semakin berani kita menghadapi kehilangan, semakin banyak yang kita miliki.

Ketika Yesus menapakkan kaki diatas kerikil kerikil tajam Via Dolorosa, sungguh tak terbayangkan betapa menderitanya Dia kala itu. PerjalananNya berakhir di puncak Bukit Golgota. Disitulah Dia wafat dengan tangan terentang, disalib!, tergantung diantara langit dan bumi. Kematian Yesus adalah demi kebenaran dan keadilan, tubuhNya masih telanjang dan penuh goresan luka. Luka yang sampai kini masih terasa pedih perih ketika Dia melihat sesamaNya menderita, miskin dan didzolimi.  Luka yang selalu melekat dalam perjalanan sejarah umat manusia,  sampai alam semesta berhenti berputar diujung waktu.

Source : Kompasiana & film The Passion of the Christ oleh Mel Gibson